Sabtu, 06 November 2010

♥♥ haha ♥♥

gue suka sama dia, dari pertama kali gue ngliat dia. oh my god..
sampe akhirnya gue ngomong ke sepupu nya yg kebetulan temen deket gue..
ahhh tidaaakkk,, tau apa yang terjadi ??
ternyata dia juga suka sama gue.. ahahahah
pertama kali gue ngobrol sama dia, waktu gue ngejengukin temen gue dirumah sakit gara2 dia kena DBD..
sumpah rasa nya seneeng banget waktu itu, dia juga ngajakin gue pulang bareng..
dan beberapa hari kemudian dia nawarin buat jemput gue ke sekolah.
hahaha mimpi apa gue bisa kenal dan deket sama dia..
makasih ya tuhan...
gue pengen lebih deket lagi sama dia, pengen mengenal dia lebih jauh lagi..
bisa gak ya ??
semoga bisa deh.. semoga yang diharapkan menjadi kenyataan..
haha dan ijikan gue berharap lebih ..

.......♥#########♥
.....♥#############♥
...♥###############♥
..♥#################♥
♥##################♥..................♥###♥
..♥##################♥..........♥#########♥
....♥#################♥......♥#############♥
.......♥################♥..♥###############♥
.........♥################♥################♥
...........♥###############################♥
..............♥#########MAWAN###########♥
................♥#########################♥
..................♥######################♥
....................♥###################
......................♥#################
........................♥##############♥
...........................♥###########♥
.............................♥#########♥
...............................♥#######♥
.................................♥#####♥
...................................♥###♥
.....................................♥#♥
.......................................♥
.......................................♥

satu lagi yang gue harepin dari dia adalah :
dia berpikiran sama kaya gue..
semoga aja.. amiieenn..

coba coba..


Namaku adalah rissa. Aku mempunyai seorang nenek bernama mina. Ketika masih bayi, kata pertama yg keluar dari mulutku adalah “mina”. Nenekku yg bangga mengira aku memenggilnya. Itu sebabnya sampai sekarang, aku memanggilnya mina.
Sudah 5 tahun aku tidak melihat senyum ceria di wajah nenek mina. Nenek mina hidup dalam kesedihan yg mendalam akibat kepergian kakek 5 tahun yg lalu. Aku menjenguk nenek mina setiap minggu, tapi dia bukan lagi nenek ceria yg pernah kukenal. Selama kunjunganku, nenek mina biasanya tidak pernah bicara, hanya menatapku dengan bola matanya yg gelap. Setiap kali berjalan ke rumahnya aku merasa seolah-olah sedang berjalan dibawah kegelapan pohon-pohon musim dingin. Aku khawatir nenek mina sedang putus asa hari ini, seperti biasanya. Sejak kakek meninggal, nenek tampak seprti pohon dimusim dingin. “nenek mina ini aku” teriak aku sambil membuka pintu. “hah” aku tercengang kaget melihatnya. Tanpa kusangka, ekspresi nenek tidak seperti yg kukira. Wajahnya tampak secerah dan secermerlang daun-daun musim semi. “apa kau tahu mengapa aku begitu bahagia  hari ini?” kata nenek. “nenek bicara!! Dan nada suaranya sangat ceria” sambutku. “ya,,karena kamu anak yg selalu ingin tahu, mungkin bertanya-tanya mengapa aku berubah” Tanya nenek. “ya nenek mina. Ceritakan padaku alasannya” teriakku. “setelah lama bertanya-tanya mengapa tuhan mengambil kakekmu, meninggalkanku sendirian, akhirnya aku mengetahui alasannya” jawab nenek. “apa alasannya nek!!” paksaku kepada nenek. “pr” jawab nenek singkat. “pr?? Apa maksud nenek” tanyaku lagi. “dalam kehidupan setiap manusia, ada sejumlah cinta yg harus diraih, tapi aku tidak pernah mencoba meraihnya. Kakekmu sejak awal telah menyadarinya bahwa rahasia hidup bahagia adalah dengan mencintainya, dan dia telah mempraktekkan dalam hidupnya. Jadi, bukankah aku sekarang harus mengerjakan ‘Pr cinta’ sendiri? Itulah alas an aku diberi waktu untuk mencintai dengan semampuku” ucap nenek. “nenek mina!! Nenek memang hebat!!” teriakku. “kita hanya dapat memberi cinta selagi kita masih hidup didunia. Begitu meninggalkan dunia, kita tidak mungkin lagi melakukannya. Aku telah diberi hadiah waktu untuk belajar mencintai dan memberi. Perhatikan saja, ketika minatku pada cinta berkembang!!” jawab nenek lagi.
Setelah hari itu, pergi kerumah nenek seperti kebahagiaan berjalan melalui kebun bunga di musim semi. Setiap kali aku mengunjungi nenek mina, dia akan menunjukan buku hariannya. “kemarin pamanmu marah karena masalah sepele. Namun, kudengarkan saja omelan dan kata-kata kasarnya sampai selesai, dan mencoba menutupi kemarahannya dengan cinta. Keesokan harinya dia mampir dengan membawa kue besar sambil meminta maaf. Aku memberikan kue itu untuk orang-orang miskin disekitar rumahku. Lebih dari 10 orang menikmati makanan yg lezat itu. Lalu mereka hari ini datang memotong rumput dihalaman dan menanam bunga. Orang-orang yg lewat rumahku pasti melihat betapa indahnya bunga-bunga itu!! Jadi kamu lihat, cinta dan rasa syukur it uterus berjalan, seperti lomba estafet” cerita nenek pda buku hariannya.
Cara hidup nenek mina berubah dari hari ke hari. Nenek selalu menempatkan cinta baru kedalam kehidupannya, seperti menambahkan kepingan-kepingan puzzle. Selama hari-hari terakhir nenek mina di dunia, aku mengunjunginya dirumah sakit setiap hari. “nenek aku datang!!” teriakku sambil membuka pintu. “dimana nenek?? Tidak!! Dia tidak boleh. Apa yg terjadi pada nenekku??” tanyaku pada perawat. Seraya perawat mengajakku pergi sambil berkata “ayo ikut denganku”. “nenek mina adalah orang yg sangat istimewa. Dia telah menjadi pancaran cahaya. Sebelum dia pergi, sebelum segalanya terasa paling sulit baginya, nenekmu meminta secangkir air. Kupikir dia menginginkannya karena haus. Tetapi dia menuangkannya diatas daun-daun kering di bak tanaman jendela. Katanya dia ingin daun-daun mungil itu tumbuh menjadi hutan lebat. Ada1 lagi yg dikatakan nenek mina, ‘jika dia meninggal, dia ingin menjadi cahaya yg menyinari hutan itu’. Membicarakan cinta, begitukan?? Mereka juga akan menceritakan kisah-kisah nenekmu. Bagi setiap orang, nenekmu adalah pancarn cahaya itu sendiri”. Aku sedih mendengar perkataan perawat itu tadi. “nenek mina!! Meskipun kisah tentang kasih sayangmu berakhir disini, aku masih menyayangimu” kataku dalam hati.
Buku harian tentang cinta nenek akan di hargai, dan kebanyakan orang yg telah nenek sentuh dengan  cinta akan terus memberikan cintanya, seperti lomba estafet.. *selama cahaya yang jatuh dibahu kami,, selalu bersama kami*

“tadi malam aku telah ditunjukan bahwa kita tak dapat belajar tentang cinta diluar sana. Cinta harus dijalani disini, didunia. Begitu kita meninggalkan dunia, maka sudah terlambat. Jadi, aku beri hadiah kehidupan sehingga aku bisa belajar hidup dengan penuh cinta disini, saat ini”

coba flashback ahh..


Akhirnya gua lulus SMP dan berlanjut ke SMA. Disitu gua dihadapi dengan berbaai sekolah pilihan favorit. Gua milih SMA 39, 88, 98, 38 dan 99, yang akhirnya pilihan gua jatuh diSMA 88. Tadinya gua ga tau 88 tuh kaya gimana bentuknya, yang gua tau Cuma gosip-gosip tentang sekolah itu aja. Ada yang bilang “sekolah buangan lah, anak-anaknya bandel-bandel, prestasinya jeblok, dan lain sebagainya”. Tapi setelah gua liat ternyata biasa banget sekolahnya, ya emang sii agak kecil daripada sekolah yang lain, udah gitu tingkatnya kebawah bukan ke atas, mungkin lebih mirip kaya puskesmas daripada sekolah umumnya. Waktu pas MOS nyebelin banget, pake disuruh bawa segala macem bentuk makanan yang wajib kita abisin kalo udah waktunya istirahat, udah gitu disuruh bikin rompi sama topi dari kertas asturo. Yang bikin gua lebih males lagi, gua kepilih jadi ketua kelas yang dicalonin sama kakak osisnya sendiri, padahal yang lain bardasarkan pilihan anak-anak.
Ternyata jadi ketua kelas tuh repotnya minta ampun, disuruh tegas lah, ngawasin anak-anak kalo lagi makan lah, bikin yel-yel kelas lah, dan segala macem tugasnya. Pusing banget sebenernya, tapi mau di apain lagi coba ?? nasi udah jadi bubur, ya harus diterima dengan senang hati walaupun terpaksa. Hari-hari belajar efektif udah dimulai. Dan kebetulan sekolah gua mau direnovasi total, ya terpaksa deh gua ngungsi ke SD. Awal masuk kelas baru, gua ngerasa asing banget, disitu gua udah negative thinking aja. Ya takutnya anak-anak nya ga ada yang asik, pada jaim, pada sok semua, tapi ternyata dugaan gua itu salah besar. Justru kelas gua inilah yang paling asik, paling solid ketimbang kelas yang lain. Dikelas ini gua nemuin banyak karakter yang belum pernah gua kenal sebelumnya. Beda sama kelas lain, yang kalo gaul maunya milih-milih temen. Udah gitu penampilan mereka terkesan maksain, pengen fashion tapi ga bisa, jadi kalo orang liat tanggepannya pasti aneh. Yah namanya juga ABG jaman sekarang, terlalu pengen diliat gaul jadi nganeh gitu deh. Kalo pengen dibilang gaul tuh ya, cari temen sebanyak-banyaknya tanpa beda-bedain, solidaritas kita harus tinggi, dan yang terpenting kita harus BE YOUR SELF.
Balik lagi ke sekolah gua, kalo menurut gua sii, anak 88 itu asik-asik, guru-guru nya juga asik-asik loh. Beda sama penilaian orang-orang sebelumnya, yang bilang 88 itu sekolah main-main, tapi ternyata enggak, bisa dibilang peraturannya tuh ketat. Seperti sekolah lainnya pasti banyak lagi keluarin soal duit duit dan duit. Buat sumbangan lah, salawat lah, uang pensiun lah, uang donatur lah, uang pensi lah, dana osis lah, study tour lah, dan masih banyak lagi pastinya.
Selama gua numpang belajar jadi ga efektif banget, sering ngantuk, apalagi didukung dengan udara siang yang panas banget, lengkap lah sudah penderitaan orang sekolah numpang. Berangkat jam 12 siang, pulang jam 5.45 sore. Hmm, kebayangkan gimana otak kita mencerna pelajaran ?? mungkin Cuma sekitar 40% pelajaran yang masuk di otak.
Hari-hari gua disekolah selama kelas 1 Cuma gua isi dengan main-main aja, ga ada niat 1pun buat belajar. Kalo ada PR gua pasti nyontek, ulangan nyontek juga, kalo lagi diterangin sama guru, gua kerjanya ngobrol, smsan, gua juga pernah sampe berkali-kali di usir keluar kelas sama guru MTK gua karna gua ga ngerti yang diterangin sama dia, ga ngerjain PR juga. Emang sii di usir keluar kelas biar gua belajar diluar kelas, tapi ini enggak, yang iya gua malah jajan kekantin sampe pelajaran itu selesai. Gua juga pernah dikatain GOBLOK sama guru b,inggris gua gara-gara gua ga ngerti, dia juga pernah ngatain gua PREMAN PASAR INDUK, sumpah tuh guru nyebelin abis. Yang lebih parahnya lagi, semenjak semester 2 dimulai gua udah mulai sering BOLOS sekolah, tapi untungnya ga pernah sekalipun ketauan sama guru ataupun orangtua gua. Tapi berdasarkan kelakuan gua kaya gitu, nilai dirapot gua tuh bagus-bagus. Gua juga ga tau kenapa, ya mungkin emang udah rejeki gua kali ya ??
Akhirnya gua naik kelas 2 juga, dan disini gua janji ga bakal ngulangin perbuatan gua waktu kelas 1 kemaren. Di awal gua kelas 2, sifat males gua masih ada, udah gitu gua mulai BOLOS sekolah lagi. Tapi bedanya disini gua ketauan sama orangtua gua gara-gara wali kelas gua telpon kerumah. Disitu gua di omelin abis-abisan, orangtua gua juga dipanggil ke sekolah. Semenjak orangtua gua dipanggil ke sekolah gua udah bener-bener kapok banget sama bolos sekolah, paling ga kalo gua lagi pengen ga masuk ya gua dirumah aja, pura-pura sakit. Dikelas 2 ini nilai gua membaik, bahkan bisa dibilang gua ini murid yang pinter. PR selalu ngerjain sendiri, ulangan juga ga nyontek. Tapi disemester 2 sifat males gua keluar lagi. Belajar juga jadi ogah-ogahan, PR nyontek lagi, ulangan udah mulai nyontek juga ya walaupun sebagian masih gua kerjain sendiri, kalo guru agi nerangin gua ga pernah perhatiin, yang iya gua asik ngobrol ataupun smsan sama temen gua. Dan untungnya lagi hasil rapot gua ga jauh beda lah sama hasil rapot waktu semester pertama, paling Cuma menurun sedikit aja.
Akhirnya gua naik kelas 3. Dikelas 3 ini gua harus belajar bener-bener, ga boleh ada yang main-main. Tujuan gua disini gua mau “nilai gua memuaskan semua, lulus UN, dan masuk perguruan favorit yang gua impikan tanpa ada halangan apapun”.

whatever lah..


Emang salah ya, temenan sama cowo ??
Apa iya kalo kita temenan itu harus beda-bedain lawan jenis ??
Emang kalo kita temenan itu Cuma harus sama cewe aja ya, ga boleh sama cowo ??
Apa iya kalo kita temenan sesama jenis itu kita bakalan maju ??
Tapi kenapa gua harus dilarang buat temenan sama cowo ?? hanya dengan alesan “ga baik temenan sama cowo itu, ga pentes cewe temenan sama cowo, kalo kebanyakan gaul sama cowo nanti bakal jadi rusak, bisa nimbulin perselingkuhan, dan lain sebagainya”.
Waktu gua SD emang gua ga suka sama yang namanya temenan sama cowo. Temen gua juga rata-rata cewe semua. Nah semenjak gua SMP, temen gua rata-rata cowo semua, sampe-sampe gua juga punya sahabat cowo. Lebih-lebih pas gua masuk SMA, setiap hari gua ngumpulnya sama cowo, itu juga tempat ngumpulnya kadang dirumah gua. Dan semenjak gua kenal L***n, gua udah jarang sama yang namanya kumpul bareng lagi, jarang smsan sama temen gua yang cowo, terlebih lagi dikontak hp gua ga ada satu pun nomor temen cowo yang gua simpen. Itu gua lakuin karma gua hargain perasaan dia. Tapi kalo boleh jujur gua ngerasa buat sebates temenan aja tuh terkekang banget. Semenjak gua ngerasa terkekang itulah gua mulai deket lagi sama temen cowo gua. Gua sempet ketauan smsan sma temen cowo gua pas gua lagi jalan sama dia. Sampe-sampe hp gua dipegang sama dia, dan temen cowo gua itu dimaki-maki sama L***n saat itu juga. Dan ga lama dia bilang sama gua kalo waktu itu dia kecewa banget sama gua, sampe-sampe hp gua mau dibanting sama dia, dan untungnya dia masih bisa nahan emosinya. Dengan kejadian kaya gitu, ga bikin gua kapok, yang iya ngebikin gua menjadi-jadi. Apalagi semenjak dia pindah kepadang, temen cowo gua semakin banyak. Kadang gua mikir, gimana ya ekspresi dia kalo tau sekarang temen gua rata-rata cowo ??
Gua sempet debat sama dia perilah temenan sama cowo. Ternyata bener kan, dia marah abis sama gua. Dia bilang “orang-orang jakarta tuh brengsek semua, ga punya adat istiadat, ga ada yang bener’rusak semua, Jakarta tuh kota neraka, cewenya gatel semua, yang cowo pada anj**g semua, cewe temenan sama cowo tuh nyalahin kodrat”, masih banyak lagi deh pokoknya. Sebenernya tujuan dia kaya gini sama gua, ya karena “dia ga mau kehilangan gua, dia sayang banget sama gua, dia ga mau image gua sebagai cewe jelek dimata orang-orang hanya karma gua temenan sama cowo, dia ga mau gua terpengaruh orang yang ga bener, dia juga ga mau gua rusak dengan pergaulan sekarang”. Emang sii tujuan dia bener, tapi kaya ada yang ngeganjel aja. Lagipula buat gua “ga banget” kalo Cuma temenan sama cewe aja. Gua pengen bergaul dengan siapa aja tanpa mandang apa pun itu. Karna bagi gua temenan itu penting banget. Temen bisa buat kita ketawa, bisa bikin kita semangat, bisa mensuport kita, ada disaat kita ngebutuhin bantuan, ada disaat kita lagi pengen mencurahkan isi hati kita, bisa menghibur kita saat kita berduka. Kalo kita temenan hanya dengan sesama jenis aja gimana kita pengen maju ??
Lo bakal ngerasa kesepian didunia ini tanpa adanya n seorang “temen”, dan lo ga bakal maju kalo hanya bertemen dengan sesama jenis aja.
Kalo gua boleh saran nih ya, banyak-banyakin deh lo bertemen, karena temen bisa ngebuat lo berarti didunia ini.