Namaku adalah rissa. Aku mempunyai seorang nenek bernama mina. Ketika masih bayi, kata pertama yg keluar dari mulutku adalah “mina”. Nenekku yg bangga mengira aku memenggilnya. Itu sebabnya sampai sekarang, aku memanggilnya mina.
Sudah 5 tahun aku tidak melihat senyum ceria di wajah nenek mina. Nenek mina hidup dalam kesedihan yg mendalam akibat kepergian kakek 5 tahun yg lalu. Aku menjenguk nenek mina setiap minggu, tapi dia bukan lagi nenek ceria yg pernah kukenal. Selama kunjunganku, nenek mina biasanya tidak pernah bicara, hanya menatapku dengan bola matanya yg gelap. Setiap kali berjalan ke rumahnya aku merasa seolah-olah sedang berjalan dibawah kegelapan pohon-pohon musim dingin. Aku khawatir nenek mina sedang putus asa hari ini, seperti biasanya. Sejak kakek meninggal, nenek tampak seprti pohon dimusim dingin. “nenek mina ini aku” teriak aku sambil membuka pintu. “hah” aku tercengang kaget melihatnya. Tanpa kusangka, ekspresi nenek tidak seperti yg kukira. Wajahnya tampak secerah dan secermerlang daun-daun musim semi. “apa kau tahu mengapa aku begitu bahagia hari ini?” kata nenek. “nenek bicara!! Dan nada suaranya sangat ceria” sambutku. “ya,,karena kamu anak yg selalu ingin tahu, mungkin bertanya-tanya mengapa aku berubah” Tanya nenek. “ya nenek mina. Ceritakan padaku alasannya” teriakku. “setelah lama bertanya-tanya mengapa tuhan mengambil kakekmu, meninggalkanku sendirian, akhirnya aku mengetahui alasannya” jawab nenek. “apa alasannya nek!!” paksaku kepada nenek. “pr” jawab nenek singkat. “pr?? Apa maksud nenek” tanyaku lagi. “dalam kehidupan setiap manusia, ada sejumlah cinta yg harus diraih, tapi aku tidak pernah mencoba meraihnya. Kakekmu sejak awal telah menyadarinya bahwa rahasia hidup bahagia adalah dengan mencintainya, dan dia telah mempraktekkan dalam hidupnya. Jadi, bukankah aku sekarang harus mengerjakan ‘Pr cinta’ sendiri? Itulah alas an aku diberi waktu untuk mencintai dengan semampuku” ucap nenek. “nenek mina!! Nenek memang hebat!!” teriakku. “kita hanya dapat memberi cinta selagi kita masih hidup didunia. Begitu meninggalkan dunia, kita tidak mungkin lagi melakukannya. Aku telah diberi hadiah waktu untuk belajar mencintai dan memberi. Perhatikan saja, ketika minatku pada cinta berkembang!!” jawab nenek lagi.
Setelah hari itu, pergi kerumah nenek seperti kebahagiaan berjalan melalui kebun bunga di musim semi. Setiap kali aku mengunjungi nenek mina, dia akan menunjukan buku hariannya. “kemarin pamanmu marah karena masalah sepele. Namun, kudengarkan saja omelan dan kata-kata kasarnya sampai selesai, dan mencoba menutupi kemarahannya dengan cinta. Keesokan harinya dia mampir dengan membawa kue besar sambil meminta maaf. Aku memberikan kue itu untuk orang-orang miskin disekitar rumahku. Lebih dari 10 orang menikmati makanan yg lezat itu. Lalu mereka hari ini datang memotong rumput dihalaman dan menanam bunga. Orang-orang yg lewat rumahku pasti melihat betapa indahnya bunga-bunga itu!! Jadi kamu lihat, cinta dan rasa syukur it uterus berjalan, seperti lomba estafet” cerita nenek pda buku hariannya.
Cara hidup nenek mina berubah dari hari ke hari. Nenek selalu menempatkan cinta baru kedalam kehidupannya, seperti menambahkan kepingan-kepingan puzzle. Selama hari-hari terakhir nenek mina di dunia, aku mengunjunginya dirumah sakit setiap hari. “nenek aku datang!!” teriakku sambil membuka pintu. “dimana nenek?? Tidak!! Dia tidak boleh. Apa yg terjadi pada nenekku??” tanyaku pada perawat. Seraya perawat mengajakku pergi sambil berkata “ayo ikut denganku”. “nenek mina adalah orang yg sangat istimewa. Dia telah menjadi pancaran cahaya. Sebelum dia pergi, sebelum segalanya terasa paling sulit baginya, nenekmu meminta secangkir air. Kupikir dia menginginkannya karena haus. Tetapi dia menuangkannya diatas daun-daun kering di bak tanaman jendela. Katanya dia ingin daun-daun mungil itu tumbuh menjadi hutan lebat. Ada1 lagi yg dikatakan nenek mina, ‘jika dia meninggal, dia ingin menjadi cahaya yg menyinari hutan itu’. Membicarakan cinta, begitukan?? Mereka juga akan menceritakan kisah-kisah nenekmu. Bagi setiap orang, nenekmu adalah pancarn cahaya itu sendiri”. Aku sedih mendengar perkataan perawat itu tadi. “nenek mina!! Meskipun kisah tentang kasih sayangmu berakhir disini, aku masih menyayangimu” kataku dalam hati.
Buku harian tentang cinta nenek akan di hargai, dan kebanyakan orang yg telah nenek sentuh dengan cinta akan terus memberikan cintanya, seperti lomba estafet.. *selama cahaya yang jatuh dibahu kami,, selalu bersama kami*
“tadi malam aku telah ditunjukan bahwa kita tak dapat belajar tentang cinta diluar sana. Cinta harus dijalani disini, didunia. Begitu kita meninggalkan dunia, maka sudah terlambat. Jadi, aku beri hadiah kehidupan sehingga aku bisa belajar hidup dengan penuh cinta disini, saat ini”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar